Sistem Penunjang Keputusan

SPK_12112861_FEBRIANSYAH

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Mengenal Tipe Kepribadian Manusia




Florence Littaurer, menyatakan bahwa setiap manusia adalah ‘unik dan tiada duanya’ hanya ada satu diri kita’ di dunia ini. Bahkan anak kembar sekalipun mereka tetap dua pribadi yang berbeda, baik fisik maupun psikis.

Hippocrates, seorang filsuf Yunani kuno dan dokter berhasil merumuskan empat tipologi kepribadian manusia. Empat tipologi kepribadian itu disimpul kan dari adanya cairan dalam tubuh kita, berikut ini adalah penjelasannya.

Istilah koleris berasal dari kata Khole, yang bearti empedu kuning. Cairan tubuh yang dominan dalam seorang koleris adalah empedu kuning. Menurut Hippocrates, empedu kuning yang dominan dalam diri Seseorang menyebabkan ciri-ciri watak tertentu Kunci hidup mereka adalah Mencapai Keberhasilan.

Istilah Phlegmatis berasal dari kata phlegma, yang bearti lendir. Cairan tubuh yang dominan dalam seorang melankolis adalah lendir. Menurut Hippocrates, lendir yang dominan dalam diri seseorang menyebabkan ciri-ciri watak tertentu Kunci hidup mereka adalah Ini tidak Terlalu Penting

Istilah Sangunis, berasal dari kata ‘Sange’, yang bearti darah merah. Cairan dominan dalam tubuh adalah darah merah. Menurut Hippocrates, darah merah yang dominan dalam diri seseorang menyebabkan ciri-ciri watak tertentu.Kunci hidup mereka adalah Nikmati Hidup Sekarang.

Istilah Melankolis, berasal dari kata ‘Melankhole’, yang bearti empedu hitam cairan tubuh yang dominan dalam tubuh adalah empedu hitam. Menurut Hippocrates, empedu hitam yang dominan dalam seseorang menyebabkan ciri-ciri watak tertentu Kunci hidup mereka adalah Kesempurnaan


Phlegmatis (Introvert-Pengamat-Pesimis)
POSITIF
• Tenang, kalem & santai
• Cuek/tidak pedulian
• Dapat diandalkan
• Menerima kehidupan
• Objektif & Diplomatis
• Efisien & teratur
• Praktis & humoris
• Pendengar yg baik

NEGATIF
• Tidak punya motivasi
• Suka menunda-nunda
• Tidak tegas
• Menyelamatkan diri sendiri lebih dulu
• Sulit mengungkapkan perasaan
• Penakut & suka khawatir

YANG DIBUTUHKAN OLEH ORANG Phlegmatis
• Lingkungan yang stabil
• Diperlihatkan kepadanya bagaimana sesuatu bekerja/berfungsi
• Dorongan bakat analistis
• Banyak peringatan sebelum perubahan terjadi
• Penyelidikan untuk mengetahui perasaan orang yang sesungguhnya
• Jaminan ekonomi

MANFAAT MENGETAHUI ORANG Phlegmatis
Mereka akan menjadi :
• Hasil kerja yang mantap
• Tolok ukur kesabaran
• Setia sebagai pegawai
• Patuh terhadap perintah
• Menjiwai pekerjaan yang dilakukan

Sangunis (Ekstrovert-Pembicara-Optimis)
POSITIF
• Ramah
• Antusias & ekspresif
• Hangat & bersahabat
• Banyak bicara
• Lugu & polos
• Berbelas kasihan
• Kreatif & inovatif
• Penuh rasa ingin tahu

NEGATIF
• Tidak disiplin
• Emosi labil
• Tidak ada tindak lanjut
• Tidak mendengarkan orang lain
• Egosentris
• Pelupa

YANG DIBUTUHKAN OLEH ORANG Sangunis
• Bimbingan
• Banyak kontak dengan orang lain
• Banyak variasi
• Kesenangan (fun)
• Pengakuan publik
• Siapa teman-temannya

MANFAAT MENGETAHUI ORANG Sangunis
Mereka akan menjadi :
• Pemimpin yang aspiratif
• Pandai berdiplomasi
• Pekerja yang antusias
• Pemberi kesan yang menyenangkan
• Penyumbang semangat kerja yang tinggi


Melankolis (Introvert-Pemikir-Pesimis)
POSITIF
• Berbakat & Kreatif
• Penuh pemikiran & Analistis
• Estetis
• Rela berkorban
• Tekun & disiplin
• Serius & Prefeksionis
• Menyukai bagan,grafik & diagram
• Ekonomis

NEGATIF
• Pemurung
• Teoritis
• Keras kepala
• Susah gaul
• Perasa & mudah tertekan
• Sering tidak percaya diri & Pesimis

YANG DIBUTUHKAN OLEH ORANG Melankolis
• Keharmonisan
• Penjelasan mengapa suatu hal terjadi
• Penggunaan tolok ukur terinci
• Kritik yang tidak langsung
• Pujian secara pribadi
• Cukup waktu untuk mengolah informasi

MANFAAT MENGETAHUI ORANG Melankolis
Mereka akan menjadi :
• Orang dengan ketrampilan khusus
• Orang dengan banyak perincian
• Pembuat standar yang tinggi
• Orang dengan hasil kerja yang berakurasi tinggi

Koleris (Ekstrovert-Pelaksana-Optimis)
POSITIF
•Berkemauan keras
• Menyukai tantangan
• Perlu perubahan
• Independen
• Memiliki visi
• Praktis & Produktif
• Mendelegasikan pekerjaan
• Kuat & Tegas
• Senang memimpin

NEGATIF
• Tidak sabar (ceroboh)
• Dominan
• Kejam (tidak bisa relax)
• Pendendam
• Sarkastis & pemarah
• Diktator
• Terlalu memaksakan diri (tidak bisa relax)

YANG DIBUTUHKAN OLEH ORANG Koleris
• Banyak tantangan
• Koreksi bila diperlukan
• Ditunjukkan apa yang Anda inginkan
• Prestise & kebanggaan
• Peluang untuk belajar hal-hal baru
• Perasaan kompetisi & persaingan

MANFAAT MENGETAHUI ORANG Koleris
Mereka akan menjadi :
• Pengambil resiko yang berani
• Pengambil keputusan
• Pekerja yang mandiri
• Orang yang senang membuat perubahan
• Orang yang berorientasi pada hasil

Periksa Tipe Kepribadian Anda :
§ Sangunis terlihat dari : pandai bicara, optimis, penuh rasa ingin tahu dan tidak tertib

§ Koleris terlihat dari : berkemauan kuat, optimis, menyukai tantangan, dan diktator

§ Melankolis terlihat dari : Serius, berbakat dan kreatif, penuh perhatian dan keras kepala

§ Phlegmatis terlihat dari : rendah hati, sabar dan santai, pendengar yang

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

MANUSIA DAN HARAPAN



Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.

Apa Sebab Manusia Mempnyai Harapan

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup.  Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) Diakui linkungan (status)
e) Perwujudan cita – cita (self actualization)

Pengertian Doa

Berdo’a adalah salah satu pedang bagi seluruh umat, maka dari itu kita sebagai umat bergama harus sering-seringlah berdo’a kepada Tuhan. karena Tuhan sangat senang sekali kepada hamba yang selalu berdo’a kepada-Nya. Bahkan kita di katakan sombong kalau tidak pernah berdo’a kepada-Nya. Maka dari itu kali ini saya akan mencoba menerangkan tentang Pengertian Do’a. Pertama-tama saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian Do’a menurut Bahasa dan juga menurut Syari’at.
Menurut Bahasa Do’a adalah meminta pertolongan kepada yang lebih tinggi (bisa diharpiahkan usia) dari kita, seperti contoh apabila kita meminta pertolongan kepada kakak kita untuk mengambilkan sesuatu barang itu di sebut sebagai do’a menurut bahasa. Berbeda dengan kita meminta pertolongan kepada yang lebih rendah (bisa di harpiahkan usia) dari kita maka itu di sebut Perintah. Seperti contoh kita menyuruh adik kita membawakan sesuatu barang itu di sebutPerintah bukan Do’a menurut bahasa.
Sedangkan Menurut Syari’at Do’a adalah memohon dan meminta pertolongan kepada Allah swt akan apa-apa yang kita inginkan serta Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memadharatkan.

Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

Sumber : 
http://amrozi-gitz.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-harapan.html
https://yanwariyanidwi.wordpress.com/2012/12/04/manusia-dan-harapan/
http://lisaningsih.blogspot.com/2013/06/manusia-dan-harapan-tulisan.html

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Politik dan Stategi Nasional

- Mean of Politic

Dalam bahasa yunani politik yaitu “Politeal” yang berasal dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu Negara dan teal yang berarti urusan. Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau disebut Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut meliputi pengambilan suatu keputusan mengenai tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari beberapa tujuan yang telah dipilih. 


- PENGERTIAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Politik nasional adalah asas , haluan, usaha serta kebijaksanaan Negara tentang pembinaan, perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Dalam melaksanakan politik nasional maka susunlah strategi nasional. Misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran – sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan oleh politik nasional.

- Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem menejemen nasioanal yang berdasarkan ideology pancasila, UUD 1945, wawasan nusantara dan ketahanan nasional. Landasan pemikiran dalam sistem menejemen ini penting karena didalamnya terkandung dasar Negara, cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia.

- Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama disusun berdasarkan sistem kenegaraan yang menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan jajaran sebuah pemerintah dan lembaga-lembaga tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam suatu masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencangkup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (Interest Group) dan kelompok penekan. Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

- TUJUAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL INDONESIA, DALAM DAN LUAR NEGRI

Tujuan politik dan strategi nasional Indonesia untuk dalam negeri telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang menyatakan ”… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial … .” Sehingga jelas sekali bisa kita simpulkan bersama-sama, bahwa tujuan utama politik dan strategi nasional Indonesia adalah untuk:
a. Melindungi hak-hak seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali dan menjaga pelaksanaan kewajiban-kewajiban, dengan melaksanakan pemerintahan untuk mengatur keamanan.
b. Mensejahterakan kehidupan seluruh bangsa Indonesia.
c. Melaksanakan sistem pendidikan agar bisa memajukan bangsa dan negara.
d. Menjaga keamanan untuk menjaga perdamaian dan kehidupan sosial yang seimbang, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tujuan politik luar negeri tidak terlepas dari hubungan luar negeri. Hubungan luar negeri merupakan hubungan antarbangsa, baik regional maupun internasional, melalui kerja sama bilateral ataupun multirateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional.
Politik setrategi luar negeri Indonesia oleh pemerintah dirumuskan dalam kebijakan luar negeri yang diarahkan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional. Kebijakan luar negeri oleh pemerintah dilaksanakan dengan kegiatan diplomasi yang dilaksakan oleh para diplomat. Dalam menjalankan tugasnya para diplomat dikoordinasikan oleh Departemen Luar Negeri yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri. Untuk inilah ditugaskan diplomat, dalam rangka menjembatani kepentingan nasional negaranya dengan dunia internasional.


- IMPLEMENTASI POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

1. Implementasi politik dan strategi nasional di bidang hukum :

a. Mengembangkan budaya hukum disemua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum.
b. Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang–undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif, termasuk ketidak adilan gender dan ketidak sesuaianya dengan reformasi melalui program legalisasi.
c. Menegakkan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum, keadilan dan kebenaran, supremasi hukum, serta menghargai hak asasi manusia.
d. Melanjutkan ratifikasi konvensi internasional terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa dalam bentuk undang–undang.
e. Meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan, dukungan sarana dan prasarana hukum, pendidikan, serta pengawasan yang efektif.

2. Penyelenggara Negara

a. Membersihkan penyelenggara negara dari praktek korupsi, kolusi,dan nepotisme dengan memberikan sanksi seberat–beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, meningkatkan efektivitas pengawasan internal dan fungsional serta pengawasan masyarakat dengan mengembangkan etik dan moral.
b. Meningkatkan kualitas aparatur negara dengan memperbaiki kesejahteraan dan keprofesionalan serta memberlakukan sistem karier berdasarkan prestasi dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi.
c. Melakukan pemeriksaan terhadap kekayaan pejabat dan pejabat pemerintahan sebelum dan sesudah memangku jabatan dengan tetap menjunjung tinggi hak hukum dan hakasasi manusia.
d. Meningkatkan fungsi dan keprofesionalan birokrasi dalam melayani masyarakat dan akuntanbilitasnya dalam mengelola kekayaan negara secara transparan bersih, dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan.
e. Meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil dan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menciptakan aparatur yang bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, bertanggung jawab profesional,produktif dan efisien.
f. Memantapkan netralisasi politik pegawai negeri dengan menghargai hak–hak politiknya.

3. Komunikasi, informasi, dan media massa

a. Meningkatkan pemanfaatan peran komunikasi melalu imedia massa modern dan media tradisional untuk mempercerdas kehidupan bangsa memperkukuh persatuandan kesatuan, membentuk kepribadian bangsa, serta mengupayakan keamanan hak pengguna sarana dan prasarana informasi dan komunikasi.
b. Meningkatkan kualitas komunikasi di berbagai bidang melalui penguasaan dan penerapan teknologi informasi dankomunikasi guna memperkuat daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan global.
c. Meningkatkan peran pers yang bebas sejalan dengan peningkatan kualitas dan kesejahteran insan pers agar profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika pers,supremasi hukum, serta hak asasi manusia.

4. Agama

a. Memantapkan fungsi, peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral, spiritual, dan etika dalam penyelenggaraan negara serta mengupayakan agar segala peraturan perundang–undangan tidak bertentangan dengan moral agama.
b. Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama sehingga lebih terpadu dan integral sehingga sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
c. Meningkatkan dan memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta suasana yang harmonis dan saling menghormati dalam semangat kemajemukan melalui dialog antar umat beragama dan pelaksanaan pendidikan beragama secara deskriptif yang tidak dogmatis untuk tingkat Perguruan Tinggi.
d. Meningkatkan kemudahan umat beragama dalam menjalankan ibadahnya, termasuk penyempurnaan kualitas pelaksanaan ibadah haji, dan pengelolaan zakat denganmemberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan.

5. Pendidikan

a. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya nilai–nilai universal termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun peradaban bangsa.
b. Merumuskan nilai–nilai kebudayaan Indonesia, sehingga mampu memberikan rujukan sistem nilai terhadap totalitas perilaku kehidupan ekonomi, politik, hukum dan kegiatan kebudayaan dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional dan peningkatan kualitas berbudaya masyarakat.
c. Mengembangkan sikap kritis terhadap nilai–nilai budaya dalam rangka memilah–milah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk menghadapi tantangan pembangunan bangsa dimasa depan.

6. Kedudukan dan Peranan Perempuan

a. Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan nasional yang diemban oleh lembaga yang mampu memperjuangkan terwujudnya kesetaraan keadilan gender.
b. Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta nilai historis perjuangan kaum perempuan, dalam rangka melanjutkan usaha pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan keluargadan masyarakat.

7. Pemuda dan Olahraga

a. Menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup, yang harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olah raga di sekolah dan masyarakat.
b. Meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi harus dilakukan secara sistematis dankomprehensif melalui lembaga–lembaga pendidikan sebagaipusat pembinaan di bawah koordinasi masing–masing organisasi olahraga termasuk organisasi penyandang cacat bersama-sama dengan masyarakat demi tercapainya sasaran yang membanggakan di tingkat internasional.
c. Mengembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minat dengan memberikan kesempatan dan kebebasan mengorganisasikan dirinya secara bebas dan merdeka sebagai wahana pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, patriotis, demokratis, mandiri dan tanggap terhadap aspirasirakyat.

8. Pembangunan Daerah

a.Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga hukum, lembaga keagamaan, lembaga adat dan lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh masayrakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonom idaerah bagi daerah propinsi, daerah kabupaten, daerah kota dan desa
c. Mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi daerah serta memperhatikan penataan ruang, baik fisik maupun sosial sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pelaksanaan ekonomi daerah.

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Langkah-langkah Membangun Sistem Informasi


Langkah-langkah membangun sistem Informasi, yaitu sebagai berikut :


1. Perencanaan

untuk membangun sistem informasi, langkah pertama kita adalah membuat perencanaan(planning). Perencanaan adalah membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi.

2. Analisa

langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst). Analisa adalah menganalisa workflow sistem informasi yang sedang berjalan dan mengindentifikasi apakah workflow telah efisien dan sesuai standar tertentu.

3. Desain

Setelah proses analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (desgin). Desain adalah langkah yang sangat penting dalam siklus SDLC karena langkah ini menentukan fondasi sistem informasi. kesalahan dalam desain dapat menimbulkan hambatan bahkan kegagalan proyek.

Ada 2 jenis desain yang dibuat di langkah ini, yaitu desain proses bisnis dan desain pemrograman.
a. Desain Proses Bisnis
b. Desain Pemrograman
Desain pemrograman dilakukan oleh Sistem Analis (SA) yaitu membuat desain yang diperlukan untuk pemrograman berdasarkan desain proses bisnis yang telah dibuat oleh BPA. desain ini akan menjadi pedoman bagi programmer untuk menulis source code. Desain pemrograman meliputi :
1). Desain database
2). Desain Screen Layout
3). Desain Diagram Proses
4). Desain Report Layout

4. Pengembangan

Pemrograman adalah pekerjaan menulis program komputer dengan bahasa pemrograman berdasarkan algoritma dan logika tertentu. orangnya disebut Programmer.

5. Testing

Testing adalah proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan.

6. Implementasi

Implementasi adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama.
Proses Implementasi :
a. Memberitahu user
b. Melatih user
c. Memasang sistem (install system)
d. Entri/Konversi data
e. Siapkan user ID

7. Pengoperasian dan Pemeliharaan

Langkah Paling akhir adalah pengoperasian dan pemeliharaan. selama sistem informasi beroperasi, terdapat beberapa pekerjaa rutin yang perlu dilakukan terhadap sistem informasi, antara lain :
a. System Maintenance
b. Backup & Recovery
c. Data Archive


sumber :
Sistem Informasi ERP karya Mulia Hartono
http://yusherestiani.blogspot.com/2015/01/membangun-sistem-informasi.html

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya