Belajar Menanam Cabai

       
Gambar 1. Abu Hasil Pembakaran

"belajar menghormati bumi", mungkin kalimat ini sangat mudah untuk dijalankan namun penuh tantangan untuk berhasil mewujudkannya. Kali ini aku mencoba untuk menghormati bumi dengan belajar menanam cabai.aku tak tahu kenapa aku mencoba menanam cabai, mungkin saat aku melihat banyak lahan kosong dibelakang asrama barulah aku kepikiran daripada ditumbuhi oleh semak belukar lebih baik ditanami yang bermanfaat aja. 
Gambar 2. Media Pembibitan
       Pertama kali yang aku lakukan adalah memilah tanah bakar mana yang bagus untuk media pembibitan. aku bongkar semua sisa hasil pembakaran dan tanah yang aku ambil adalah tanah yang ada dibawah sisa pembakaran. Kemudian tanah tersebut aku campur dengan abu sisa hasil pembakaran yang telah disortir menggunakan media sederhana yakni sabut kelapa yang sudah dibentuk seperti saringan. Kemudian tanah yang sudah bercampur abu tersebut dimasukan kedalam plastik bekas sebagai media pembibitannya.
     Sementara menunggu proses tanahnya bercampur tersebut, aku memilah biji cabai yang bagus untuk dijadikan bibit. Cara yang aku gunakan adalah dengan memasukan biji cabai kedalam air baskom. Apabila biji ada biji yang terapung di air tersebut maka biji itu kualitasnya kurang bagus, apabila biji yang tenggelam dalam air tersebut maka kualitasnya bagus, cara ini aku dapatkan melalui percobaan sebelumnya, hehehe. 
Setelah itu aku langsung memasukan biji cabai tersebut kedalam tanah bakar yang sudah bercampur abu sebelumnya. dalam satu plastik bisa aku masukan sebanyak 60 biji cabai. Aku menanamnya di 5 plastik bekas.  Aku meletakkannya ditempat yang teduh dari matahari, hal ini tujuannya agar biji tersbut bisa tumbuh secara maksimal melalui cuaca nantinya yang cenderung berubah-ubah.
nah sekarang saatnya menunggu sang calon cabai tumbuh. menurut nasehat dari ibu lebih baik tunggu sampai 3 minggu, biar batang cabainya kuat untuk dipindahkan dari media pembibitannya ke lahan pembesarnnya. 

nah begitulah cara yang aku lakukan untuk belajar menanam cabai melalui bibit sendiri, nah untuk perkembangan selanjutnya menunggu yaa.........

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 8 teori Organisasi Umum 2

Kuis kedelapan by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 10 Teori Organisasi Umum 2

Kuis kesepuluh by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 9 Teori Organisasi Umum 2

Kuis kesembilan by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 7 Teori Organisasi Umum 2

Kuis ketujuh by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 6 Teori Organisasi Umum 2

Kuis keenam by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 5 Teori Organisasi Umum 2

Kuis kelima by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 4 Teori Organisasi Umum 2

Kuis keempat by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 3 Teori Organisasi Umum 2

Kuis ketiga by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya

Kuis 2 Teori Organisasi Umum 2

Kuis kedua by Febriansyah Jeojeck Borek

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya